
Penulis: Lester Ruth
Harga: Rp60.000
DESKRIPSI ISI BUKU
BAGAIMANA MEWUJUDKAN KEBAKTIAN STYLE KONTEMPORER DALAM GEREJA TRADISIONAL?
Banyak kebaktian style kontemporer yang dilakukan di gereja- gereja terasa mekanikal dan janggal. Buku ini memberi solusi atas masalah tersebut dengan mengajarkan para pembaca bagaimana merancang kebaktian berdasarkan tata ibadah klasik empat gerakan, tetapi diwujudkan dengan cara yang bisa dirasakan keotentikannya sebagai style kontemporer.
Buku ini cocok untuk dibaca oleh gembala gereja, pemusik gereja, pemimpin ibadah dan mahasiswa bidang ibadah di STT atau konteks pelatihan lainnya. Beberapa karakteristik penting dari buku ini antara lain:
- Definisi flow dan bagaimana aspek ini memiliki korelasi dengan format ibadah purba (kuno) maupun kontemporer.
- Pendekatan baru untuk proses perencanaan ibadah.
- Teknik-teknik dalam mewujudkan iringan musik dan komunikasi verbal sehingga tercapai ibadah yang mengalir.
- Teknik-teknik dalam menerapkan elemen visual pada ibadah secara estetik termasuk bagaimana menggunakan teknologi presentasi untuk menciptakan ibadah yang mengalir.
- Tata ibadah (liturgi) secara lengkap disajikan dalam format sistematik, disertai dengan catatan-catatan analitis, sehingga pembaca dapat menyaksikan seperti apa contoh nyata kebaktian yang nge-flow.
PUJIAN
“Ketika Lester Ruth menulis tentang ibadah kontemporer, saya memberi perhatian. Buku Flow menunjukkan hal yang melampaui isu peperangan dan argumentasi seputar style ibadah, yaitu mengenai logika dari liturgi gereja Kristen abad mula-mula dan insting serta estetika dari kebaktian kontemporer yang ternyata memiliki semacam konsensus. Begitu kaya dengan pencerahan baru dan sumber-sumber yang dapat membentuk praktik-praktik ibadah kita, buku ini akan menolong para pemimpin ibadah, gembala gereja dan sarjana ibadah untuk masa-masa yang akan datang”
— Glenn Packiam, asisten gembala senior, New Life Church, Colorado Springs, CO
“Flow menampilkan bagaimana cara mengambil bagian terbaik dari ibadah tradisional dan mengalaminya dengan lebih natural dalam konteks modern. Buku ini sungguh sebuah anugerah bagi para gembala, musisi atau pemimpin ibadah yang mencari cara untuk mewujudkan kebaktian kontemporer menjadi lebih otentik, menyegarkan, dan meyakinkan—dengan kata lain, bagi siapa pun juga yang mencoba mengajak umat untuk mengalami perjumpaan sejati dengan Allah yang hidup.”
— Jonathan Marlowe, gembala gereja, Mt. Zion United Methodist Church, Cornelius, NC
“Flow adalah buku yang sangat menolong dan penting untuk dibaca bagi siapa saja yang peduli dan bertanggung jawab atas ibadah jemaat bahkan perlu membacanya secara bersama-sama.”
— Craig Alan Satterlee, ELCA Bishop; profesor tamu bidang teologi, University of Notre Dame, Notre Dame, IN
“Para gembala gereja, musisi dan pemimpin ibadah akan mendapati buku ini menyegarkan, mudah dicerna dan menolong karena isinya mencakup hal-hal praktis seperti perencanaan, perkataan, musik, visual dan teknologi yang memberi kontribusi dalam mewujudkan “aliran ibadah.” Secara khusus, panduan dalam format ucapan bahagia seperti khotbah di bukit amat menolong bukan hanya merangkum isi buku dan memberi arah kepada kepemimpinan, tetapi juga dapat memfasilitasi perwujudan ibadah yang sungguh-sungguh diberkati.”
— Karen Westerfield Tucker, profesor ibadah, Boston University, Boston, MA
DAFTAR ISI
Daftar Kontributor
Pendahuluan: Ironi dari Aliansi yang Terabaikan (Lester Ruth)
BAGIAN I: LATAR BELAKANG
Bab 1 Cara Purbakala (Kuno) dalam Melaksanakan Ibadah Kontemporer (Lester Ruth)
Bab 2 Bagaimana Flow Menjadi Keunikan Utama (Zachary Barnes)
BAGIAN II: PERUBAHAN POLA PIKIR
Bab 3 Apa yang Dimaksud dengan Urutan Ibadah? (Adam Perez)
Bab 4 Memikirkan Ulang Proses Perencanaan (Adam Perez)
BAGIAN III: PRAKTIK-PRAKTIK DAN TEKNIK-TEKNIK
Bab 5 Aliran Iringan Musik: Teknik-Teknik Penting (Jonathan Ottaway)
Bab 6 Aliran Perkataan: Apa yang Diucapkan (Glenn Stallsmith)
Bab 7 Aliran Visual: Penggunaan Ragam Teknologi (Andrew T. Eastes)
Bab 8 Aliran Estetika: Panduan Menyeluruh
Bab 9 Sumber-Sumber Pustaka Penolong bagi Ibadah Kontemporer